Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Template

Powered by Blogger

Rabu, 11 Maret 2009

Kuantan Singingi (Kuansing)


Potensi

Kabupaten Kuantan Singingi mempunyai potensi pertanian yang sangat besar untuk dikembangkan. Daya dukung dan luas lahan yang besar, lebih dari setengah jumlah penduduk bekerja pada sektor pertanian dengan ketrampilan dasar yang dimiliki, pasar yang tersedia dengan infrastruktur yang sedang digalakkan, merupakan modal dasar untuk pengembangan agribisnis.Data tanaman pangan meliputi luas panen dan hasil produksi tanaman bahan makanan, sayuran, dan buah-buahan. Luas Panen tanaman padi Kabupaten Kuantan Singingi selama tahun 2001 yaitu 10.237 Ha dengan total produksi 41.312, 16 ton.
Potensi pertanian di Kabupaten Kuantan Singingi meliputi tanaman hortikultura dan palawija, antara lain :

Padi
Jagung
Kedelai
Umbi-umbian (ubi kayu, ubi jalar)
Kacang-kacangan (kacang tanah, kacang hijau)
Sayur-sayuran : Kacang Panjang, Cabe, Tomat, Ketimun, Terung, Kangkung, Bayam dan lain-lain
Buah-buahan : Pisang, Durian, Alpukat, Langsat, Mangga, Jambu (biji/air), Rambutan, Nenas, Belimbing, Jeruk

Luas Lahan Pertanian Sawah (m2) per Kecamatan :
Kuantan Mudik (3.141),
Kuantan Tengah (2.849),
Benai (2.980),
Kuantan Hilir (5.242),
Cerenti (2.329).
Luas Lahan Pertanian Ladang (m2) per Kecamatan :
Kuantan Mudik (1.000),
Singingi (850),
Kuantan Tengah (148),
Benai (1.860),
Kuantan Hilir (369),
Cerenti (437).

Potensi

Sektor perikanan di Kabupaten Kuantan Singingi termasuk dalam pengelompokan sektor pertanian. Sektor ini memegang peranan sebagai salah sumber penghasilan penduduk.Program pengembangan sumberdaya Perikanan Kabupaten Kuantan Singingi.Pemberdayaan Masyarakat dibidang perikanan. Penelitian Potensi Sumberdaya perikanan. Peningkatan Produksi dan Teknologi Perikanan.

Potensi Perkebunan

Potensi dan peluang investasi sub sektor Perkebunan diarahkan pada beberapa komoditas, terutama komoditas yang kurang mendapat perhatian. Adapun titik berat dari pengembangan dan pemberdayaan sub sektor Perkebunan adalah Karet, Kelapa Dalam dan Kelapa Sawit. Karet merupakan komoditas ekspor yang cukup penting bagi Kabupaten Kuantan Singingi. Saat ini hanya dibudidayakan secara tradisional oleh penduduk berupa Karet Alam. Kelapa Dalam merupakan komoditas ekspor yang cukup penting bagi Kabupaten Kuantan Singingi. Saat ini hanya Kelapa Dalam dibudidayakan secara tradisional oleh penduduk.Kelapa Sawit merupakan komoditas ekspor andalan yang dijadikan bahan baku minyak goreng. Saat ini tengah diteliti untuk dijadikan bahan bakar kendaraan bermotor pengganti minyak bumi yang kini kian menipis. Komoditi Kelapa Sawit menjadi andalan bagi masuknya investasi ke Kabupaten Kuantan Singingi. Hingga kini jumlah investor yang berminat mengelola komoditas Kelapa Sawit masih sangat kurang.Tiga komoditas utama di atas berpotensi besar untuk dikembangkan pada setiap kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi. Pola pengembangan yang banyak dilakukan adalah berdasarkan Pola Swadaya.

Potensi Agroindustri

Pengertian agroindustri sebagai komponen dari sistem agribisnis merupakan industri yang mengolah bahan baku dari hasil pertanian menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi. Oleh karena itu agroindustri mempunyai peranan yang sangat penting karena pada umumnya mampu menghasilkan nilai tambah dari produk segar hasil pertanian. Kemajuan teknologi agroindustri dewasa ini bahkan mampu mendorong ke arah diversifikasi produk untuk memenuhi kebutuhan manusia maupun pengguna lainnya atau meningkatkan pangsa pasar hasil olahan.
Tujuan agroindustri pengolahan hasil pertanian dengan teknologi tertentu, antara lain adalah untuk:

mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan manusia, baik selera maupun nilai gizinya.
memperpanjang masa simpan hasil pertanian yang mudah rusak.
memberi peluang bagi pergembangan industri.
menciptakan diversifikasi produk.
memperluas pangsa pasar.

Untuk perencanaan agroindustri yang efektif dan berkelanjutan maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut :
Aspek produksi, yaitu harus mempertimbangkan ketersediaan bahan baku terutama dari kuantitas, kualitas dan kontinuitas.
Aspek pasar, yaitu harus mampu menyesuaikan dengan permintaan pasar yang berkembang secara dinamis.
Aspek distribusi, yaitu harus memperhitungkan perkembangan pesaing atau produk substitusinya.
Aspek teknologi, yaitu harus mampu berkembang mengikuti perkembangan teknologi yang lebih efisien.
Aspek manajerial yaitu diperlukan sumberdaya manusia yang mampu menjalankan manajemen agroindustri secara efisien.
Aspek sosial, yaitu harus mempertimbangkan pendaya-gunaan masyarakat dan merupakan sarana transfer dari teknologi dan bukan pesaing bagi tenaga kerja manusia.

Potensi

Indonesia memiliki hutan tropik kedua terluas di dunia dengan nilai ekonomis tinggi bagi negara maupun masyarakat. Peran sektor kehutanan dalam pertumbuhan ekonomi dimulai tahun 1967 melalui konsesi Hak Pengusaha Hutan (HPH). Antara tahun 1967 hingga 1980 sebanyak 519 perusahaan diberik HPH yang mencakup luas 53 juta ha. Sampai dengan juni 1998 terdapat 651 HPH dengan alokasi hutan seluas 69,4 juta ha. Industri kayu dan hasil hutan menghasilkan US$9 milyar pada tahun 1994, US$5,5 milyar diantaranya dari ekspor. Dalam sepuluh tahun terakhir ini, sumbangan devisa dari industri perkayuan mencapai rata-rata 20% dari total perolehan devisa Indonesia.Mengingat besarnya produksi kehutanan ini, dimana Kabupaten Kuantan Singingi termasuk sebagai produsen kayu utama di Propinsi Riau, maka industri pengolahan kayu dan industri pengolahan kayu sisa/sawmill memiliki prospek yang cukup cerah.Hutan merupakan bagian penting terpeliharanya keseimbangan lingkungan hidup.
Hutan di Kabupaten Kuantan Singingi menurut tataguna hutan adalah seluas 317.615 Ha atau 41,5% luas wilayah, dengan perincian sebagai berikut :

Hutan produksi : 142.633 ha
Hutan lindung: 71.902 ha
Hutan suaka margasatwa: 103.080 ha

Dengan luas hutan yang hampir separoh dari luas daerah tersebut maka produksi hasil hutan merupakan andalan untuk memperoleh pendapatan bagi Kabupaten Kuantan Singingi. Luas kawasan hutan sekitar 142.633 ha, merupakan hutan yang berstatus sebagai hutan produksi. Diharapkan potensi hutan produksi seluas ini dapat mendukung pembangunan ekonomi dalam segala aspeknya. Jenis produksi hasil hutan diantaranya adalah kayu, getah, biji dan pangan. Kabupaten Kuantan Singingi juga memiliki kawasan hutan yang berstatus hutan Lindung dan Hutan Suaka Margasatwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar